Kue Red Velvet, Kue Merah Yang Populer Sejak Era Perang Dunia Kedua

image

Kue red velvet sempat menjadi tren beberapa waktu lalu, sampai-sampai hampir setiap tempat makan akan menyediakan makanan atau minuman dengan varian rasa red velvet.

Walaupun sudah mulai turun pamor, kue berwarna merah marun dengan krim tetap menjadi pilihan bagi banyak orang, karena penampilannya yang cantik dan terlihat sangat enak. Tapi kue red velvet bukanlah kue terobosan baru, melainkan sudah ada sejak dulu..

kue red velvet
Red velvet cake

Red velvet cake berasal dari Waldorf-Astoria, sebuah restoran di sebuah hotel ternama di New York, Amerika Serikat. Menurut cerita yang beredar, seorang perempuan datang ke restoran tersebut dan terpukau dengan sajian kue yang dia makan. Saking terpesonanya dengan si kue merah ini, perempuan tersebut bahkan sampai meminta resepnya ke chef yang kemudian berakhir dengan pihak restoran memberikan resep beserta dengan tagihan ‘balik jasa’ sebesar USD 350 atau sekitar Rp 4,8 juta.

Red velvet cake mulai tersebar ketika perempuan itu menyebarkan resep kue merah tersebut. Tidak hanya itu, adapun cerita lain tentang asal usul red velvet berasal dari restoran sekaligus toko roti Departemen Store Earton di Kanada. Pada tahuan 1940 dan 1950-an, istri dari pemilik tempat tersebut membuat red velvet dan menjualnya, yang kemudian membuat dirinya mengklaim kalau red velvet adalah produk asli dari Earton.

Melirik sedikit ke masa lalu, ternyata red velvet ternyata sudah ada sejak zaman perang dunia kedua, yaitu sekitar tahun 1940-an. Kue ini sangat populer di Amerika Serikat karena merupakan kue yang disajikan untuk para tentara.

Red velvet cakes

Pada saat perang dunia kedua berlangsung, para pastry chef mengalami kesulitan untuk mendapatkan bahan-bahan membuat kue, termasuk pewarna makanan. Kondisi ini akhirnya membuat para chef berinovasi menggunakan buah bit sebagai pewarna makanan dan akhirnya membuat kue yang mereka buat berwarna merah, kemudian lahirlah red velvet.

Red velvet semakin dikenal dunia, tatkala kemunculannya di sebuah film pada tahun 1989, A Steel Magnoliasa, yang menceritakan tentang pengantin pria yang membawakan red velvet dalam bentuk armadillo (sejenis tapir) untuk pengantin wanitanya. Kemunculannya di film ini menjadikan red velvet terlihat sebagai sebuah kue yang romantis nan seksi di mata dunia.

Sampai sekarang masih belum benar-benar diketahui sejarah darimana sebenarnya kue merah ini berasal. Namun resep red velvet sudah ada sejak akhir tahun 1800-an. Sedangkan nama red velvet, awalnya hanya disebut kue merah. Namun karen teksturnya lembut dan empuk kemudian ditambahkan menjadi red velvet.

Baca juga : Mengenal Kue Lapis Surabaya Yang Ternyata Banyak Juga Kue Lapis Yang Lainnya

Sumber Artikel : Tempo.co

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Chat Whatsapp Kami